Workshop " “Collaborative StartUp and Government for Sustainable Development Civil Society 5.0”

Workshop " “Collaborative StartUp and Government for Sustainable Development Civil Society 5.0”


Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh telah menyelenggarakan Kegiatan Workshop dengan mengusung tema : “Collaborative StartUp and Government for Sustainable Development Civil Society 5.0”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Praktikum Teknologi Informasi . Kegiatan ini berlaku untuk umum dan diwajibkan untuk mahasiswa Tingkat 1 (yang mengontrak mata kuliah Teknologi Informasi). 
Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui zoom , yang berhasil di ikuti sebanyak kurang lebih 200 orang peserta .Narasumber dalam kegiatan tersebut juga turut andil Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat, Bapak DR. H. Moch. Ridwan Kamil , S.T., M.U.D. sebagai Keynote Speakers.
Pelaksanaan kegiatan ini selama 2 (dua) hari, yaitu  hari Jum`at dan Sabtu ( 11 dan 12 Desember 2020), yang dimulai dari pukul 07.30 - 12.00 WIB.
Pada rangkai  kegiatan tersebut juga menghadirkan beberapa Narasumber , yaitu :
1. Kegiatan Workshop Part I . Narasumber yang hadir :
  a. DR. H. Moch. Ridwan Kamil, S.T., M.U.D (Gubernur Provinsi Jawa Barat)
  b. Setiaji , S.T., M.Si. ( Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat)
  c. Bedi Budiman, S.IP., M.Si. ( Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat)
  d. Dr. Dewi Kurniasih, M.Si. (Dosen UNIKOM)
2. Kegiatan Workshop Part II. Narasumber yang hadir :
   a. Risan Awaludin (CEO AGRetail.id)
   b. Muhammad Aria Yusuf (Head of Business Development AGRetail.id)

  

Menurut Bapak DR. H. Moch Ridwan Kamil, S,T., M.U.D. (Gubernur Provinsi Jawa Barat) mengatakan bahwa Skill Digital merupakan keharusan bukan pilihan. Jawa barat sudah mendeklarasikan Smart Province/Smart Village. Harus semua serba digital dari mulai komunikasi, administrasi dan koneksi /memberikan pelayanan kepada masyarakat. Prinsip dengan adanya digital smart Province/smart village yaitu untuk mengontrol (birokrasi), mengobservasi ke luar, dan memberikan koneksi dengan publik.

 

Menurut bapak setiaji, S.T., M.Si. (Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat) mengatakan bahwa masyarakat membutuhkan pelayanan publik yang cepat, tanpa adanya antrian, transparansi dan hal-hal lain. Untuk itu diperlukan digital bukan hanya di kota tetapi di perdesaan juga dapat merasakannya. Sekarang orang bisa mengakses segala hal melalui digital. Sekarang bukan zamannya lagi kantor berada di depan, tetapi digital yang berada di depan. Tantangan yang dihadapi dalam Jabar Digital Service , yaitu adanya kesenjangan digital mulai dari insfrastruktur, SDM dan hal-hal lainnya (skill masyarakat), Rendahnya literasi digital, dan perlindungan data pribadi. Pencapaian yaitu Indeks Desa Membangun  meliputi desa mandiri dan desa maju, beberapa penghargaan yang diperoleh bukan hanya nasional tetapi internasional.

Menurut Ibu Dr. Dewi Kurniasih, M.Si. mengatakan bahwa Digital Government (berbasis digital) meliputi: e-Government , Transformasi Birokrasi dan Peranan Teknologi Informasi dan Visi e-Government. Peranan e-Government menerapkan system pemerintahan dengan berbasis elektronik memberikan kenyamanan, transparansi dan meningkatkan interaksi dengan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan workshop ini diharapkan mahasiswa menggunakan digital. Mahasiswa harus pintar dalam hal berbasis digital(online). dan dengan adanya digital maka diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkannya dengan baik.